MEDAN – Ketua Harian Gerakan Masyarakat Pemuda Nusantara (GM PENA), Julius Fadli, mengingatkan masyarakat agar tetap bersikap dewasa dan objektif dalam menyikapi berbagai informasi yang berkembang terkait pengadaan di RSUD Dr. Pirngadi Medan.
Menurut Julius, di era keterbukaan informasi saat ini, arus berita bergerak sangat cepat. Namun, kecepatan tersebut harus diimbangi dengan kehati-hatian agar tidak mencederai prinsip keadilan dan profesionalisme.
“Dalam negara hukum, setiap proses memiliki mekanismenya sendiri. Kita tidak boleh mendahului kesimpulan sebelum ada hasil resmi dari aparat penegak hukum,” ujar Julius Fadli, Jumat (5/12/2025).
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga marwah pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan, yang menyangkut langsung kepentingan masyarakat luas. Menurutnya, RSUD Dr. Pirngadi Medan harus tetap dijaga citranya sebagai rumah sakit rujukan yang melayani masyarakat tanpa tekanan situasi eksternal.
Terkait nama Yudha Pratiwi yang ikut menjadi perhatian publik, Julius menekankan bahwa semua pihak perlu memandangnya secara profesional dan berimbang. “Setiap pejabat, baik yang masih aktif maupun yang pernah menjabat, tentu memiliki hak yang sama di mata hukum dan berhak atas perlakuan yang adil,” katanya.
Julius juga memberikan apresiasi terhadap jajaran manajemen RSUD Dr. Pirngadi Medan saat ini di bawah kepemimpinan direktur yang terus berupaya melakukan pembenahan internal dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Menurutnya, yang paling utama saat ini adalah memastikan pelayanan kepada pasien tetap berjalan optimal, nyaman, dan tidak terganggu oleh dinamika pemberitaan yang berkembang.
GM PENA, lanjut Julius, pada prinsipnya mendukung penuh upaya transparansi dan akuntabilitas di semua sektor pemerintahan, termasuk di bidang kesehatan. Namun dukungan tersebut harus dibarengi dengan sikap yang beretika, beradab, dan menjunjung tinggi asas hukum.
“Kami percaya, setiap proses akan menemukan jalannya masing-masing. Tugas kita sebagai masyarakat adalah mengawal dengan cara yang sehat, bukan dengan tekanan atau penghakiman,” tegasnya.
Julius Fadli berharap semua pihak dapat terus menjaga stabilitas daerah, memperkuat solidaritas sosial, serta menempatkan kepentingan masyarakat, khususnya dalam pelayanan kesehatan, sebagai orientasi utama di tengah dinamika yang terjadi. (Red)