LABURA – Masyarakat Kecamatan Kualuh Leidong Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura) Sumut menyesalkan kebijakan Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang memadamkan listrik tidak beraturan hampir setiap hari. Pemadaman listrik yang bisa hingga 5 kali sehari ini, tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, namun menyebabkan barang elektronik banyak yang rusak.
“Kami sangat kecewa dan kesal setiap hari listrik mati. Satu hari mau tiga hingga lima kali tiba-tiba listrik mati mendadak. Akhirnya lampu rusak dan berjualan pun gak bisa. Barang elektronik kami seperti Kulkas tidak bisa lagi hidup. Kami datangkan orang servis elektronik, katanya ada alat yang harus diganti akibat listrik PLN mati mendadak, kemudian hidup mati lagi. Siapa yang bertanggung jawab,” kata salah seorang warga, Heri, dengan kesal, Senin (1/9/2025).
Heri yang sehari-harinya berjualan makanan ini mengeluhkan pemadaman listrik yang sudah berlebihan.
Tidak hanya dirinya, banyak masyarakat lainnya juga sudah protes. Dari berbagai pesan grup yang beredar, sejumlah masyarakat bahkan mengajak seluruh elemen masyarakat lainnya agar melakukan aksi protes ke kantor PLN Tanjung Balai.
Baik praktisi Hukum, aktivis, LBH, wartawan, ormas dan OKP siap berkaborasi untuk melakukan aksi ke kantor PLN ULP Tanjung Balai di Jalan Sudirman, mempertanyakan alasan PLN sesuka hati memadamkan listrik.
“Kapan kita gas bg? Di Tanjung Balai lah kalau mau menggas. Selain itu Mohon juga kepada kawan-kawan insan pers agar ikut serta, dan meliput ketika aksi ini agar publik tau kita berbuat untuk kemaslahatan ummat. Sudah cukup kekecewan ini, saya hitung dari pagi hingga malam ini sudah 5 kali listrik mati,” pesan warga lainnya dalam grup.
Sementara itu, Markus Marihot Manurung selaku Manajer PT PLN ULP Tanjung Balai saat dikonfirmasi terkait keluhan masyarakat, mengatakan masih melakukan pemetaan penyebab.
“Kami memohon maaf atas gangguan kelistrikan yang menimbulkan ketidaknyamanan di tengah-tengah masyarakat Kualuh Leidong. Terlebih beberapa hari belakangan ini cuaca yg sering hujan disertai angin kencang menjadi salah satu tantangan utama kami,” ujarnya melalui pesan WA.
Dikatakannya, pihaknya sedang melakukan evaluasi dan pemetaan aspek mana yang menjadi sumber utama penyebab gangguan, dan akan segera ambil langkah cepat untuk perbaikan.
“Kami juga mengharapkan dukungan masyarakat Kualuh Leidong supaya tindakan perbaikan yang akan dilaksanakan nantinya bisa berjalan baik, dan sistem kelistrikan kita bisa lebih andal,” ucapnya. (heri)






