Belum Dipakai AFF U-19, Lapangan Stadion Teladan Sudah Jadi Arena Lari, Netizen Murka

Sumut316 Dilihat

MEDAN – Video sekelompok komunitas lari beraktivitas di dalam Lapangan Stadion Teladan Medan mendadak viral di media sosial dan memicu gelombang kritik dari warganet.

Sorotan publik muncul karena Stadion Teladan saat ini tengah dipersiapkan sebagai venue Piala AFF U-19 2026 yang dijadwalkan mulai bergulir pada 1 Juni mendatang.

Dalam video yang beredar, sejumlah peserta terlihat menggunakan area lapangan rumput stadion untuk kegiatan lari. Kondisi tersebut langsung memancing kemarahan netizen yang khawatir kualitas rumput stadion terancam rusak sebelum dipakai untuk ajang internasional.

Komentar pedas pun membanjiri media sosial.

Bahkan, Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution ikut angkat suara. Lewat akun Instagram pribadinya @bobbynst, Bobby menuliskan komentar singkat namun menohok:

“Wow, ampun sekali liatnya” disertai emoji berpikir.

Komentar itu langsung menyita perhatian publik.

Tak sedikit warganet yang mempertanyakan kebijakan pemberian izin penggunaan stadion untuk kegiatan non-sepak bola di tengah persiapan AFF U-19.

Akun @jeffrywein ikut melontarkan sindiran terhadap komunitas tersebut.

“Menyalakelenya!!! @bunbunrunningclub,” tulisnya.

Komentar bernada kritik juga datang dari akun @hendi_ramadhani12 yang menulis:

“Uang berbicara di sini” disertai emoji tertawa.

Publik menilai lapangan stadion seharusnya berada dalam kondisi steril dan terlindungi demi menjaga kualitas rumput yang baru selesai dibenahi.

Pasalnya, kondisi lapangan menjadi faktor krusial menjelang turnamen internasional yang akan menjadi sorotan federasi sepak bola Asia Tenggara.

Alih-alih dijaga ketat, penggunaan lapangan untuk aktivitas olahraga non-sepak bola justru dinilai berpotensi menimbulkan persoalan baru.

“Belum dipakai AFF U-19, rumput Stadion Teladan sudah diinjak-injak,” tulis sejumlah netizen.

Hingga berita ini diturunkan, polemik penggunaan Stadion Teladan masih ramai diperbincangkan publik di media sosial.

Versi ini dibuat lebih viral, click-worthy, SEO Google friendly, namun tetap memakai kata “diduga”, “dipertanyakan”, “warganet menilai” agar lebih aman secara redaksional. (Red)